Water Front City Terhalang Makam dan Lahan Warga

No comment 1463 views

KOTA (RP)- Pembangunan Water Front City (WFC) terhalang pembebasan lahan warga dan 60 makam warga di pinggir Sungai Siak.

WFC atau dinding penahan tanah di kedua sisi Sungai Siak dari Jembatan Siak III ke Jembatan Siak IV tersebut dianggarkan Rp90,347 miliar. Namun di dalam anggaran itu tidak tersedia anggaran untuk pembebasan lahan warga dan makam.

Manager Proyek, Satya Priambodo mengatakan sebenarnya menurut informasi yang didapat, lahan warga tersebut sudah di ganti rugi. Namun dalam perjalanan waktu, warga kembali memagar lahannya dan mengaku belum menerima ganti rugi.

Bahkan untuk lahan warga yang ada makamnya, pelaksana proyek diminta Rp100 juta untuk pemindahan makam tersebut. ‘’Dana ini tidak ada,’’ kata Satya.

Keterangan tersebut disampaikan Sayta Priambodo kepada rombongan Komisi C DPRD Riau, Rabu (13/3). Rombongan Komisi C langsung datang ke kantor konsorsium pembangun Jembatan Siak IV dan WFC tersebut.

WFC yang akan dibangun tersebut keseluruhannya sepanjang tiga kilometer. Disisi sebelah Senapelan sepanjang 1,5 kilometer dan disisi sebelah Rumbai Pesisir sepanjang 1,5 kilometer.

Pembebasan lahan yang menjadi kendala keseluruhannya masih sepanjang dua kilometer. ‘’Rencananya selesai Desember 2013, tapi kendala pembebasan lahan ini sedikit menghambat,’’ kata Satya.

Menanggapi hal tersebut, Azis menyatakan hal tersebut sebenarnya bisa dibahas dan didiskusikan antara kontraktor, Dinas PU Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru. ‘’Kadis PU tentunya bisa membicarakan ini dengan Wali Kota Pekanbaru. Kalau dikoordinasikan dan dibahas untuk mencari solusi, kami siap untuk menjembatani di Komisi C,’’ kata Azis.

Sementara Kepala Seksi Perencanaan Dinas PU mengatakan, bahwa untuk pembebasan lahan bukan menjadi tugas dan wewenangnya di Dinas PU. Namun tentunya akan dikoordinasikan lebih lanjut.(rul)

source : RiauPos

author

Leave a reply "Water Front City Terhalang Makam dan Lahan Warga"