Tari Melayu Massal Menjadi Rekor Baru Dunia

No comment 1992 views

PEKANBARU (RP) - Untuk ketigakakalinya Harian Pagi Riau Pos menorehkan sejarah dengan mencatatkan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).

Kali ini, iven Tari Melayu Massal Demi Indonesia yang diikuti 22.551 peserta di lokasi car free day Pekanbaru, (Ahad (13/10), diakui Muri sebagai tari massal dengan peserta terbanyak di dunia bahkan pertamakalinya untuk Tari Melayu.

Para pelaku utama dan saksi pemecahan rekor kemarin adalah siswa-siswi SMA sederajat se-Kota Pekanbaru. Tak ketinggalan ikut serta Menteri BUMN Dahlan Iskan, Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit, Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono, Wali Kota Pekanbaru Firdaus ST MT, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Zulfadil, Chairman Riau Pos H Rida K Liamsi, CEO Riau Pos H Makmur SE MM Ak dan para pimpinan media di lingkungan Jawa Pos National Network (JPNN) dan Relawan Demi Indonensia.

Pengakuan rekor baru itu diungkapkan langsung Deputy Manager Muri, Damian Awan Rahardjo, usai pelaksanaan tari massal. Ia mengatakan Tari Melayu Massal ini tercatat sebagai rekor Muri ke-6.179. Ini juga merupakan yang pertama untuk kategori Tari Melayu.

Jumlahnya juga jauh melebihi ekspektasi Muri sendiri yang memberi syarat minimal 15.000 peserta.

‘’Muri mencatat peristiwa akbar dalam seni budaya yang diselenggarakan Riau Pos dengan menyelenggarakan Tari Melayu secara massal dengan 22 ribu peserta,’’ ujarnya.

Ini adalah peristiwa pertama serta terbanyak dan bahkan menjadi rekor dunia. ‘’Muri bangga, mendukung dan menghargai wujud masyarakat dalam melestarikan budaya. Kami sudah banyak mencatat tari-tarian, ini yang pertama untuk Tari Melayu,’’ lanjutnya.

Tari Melayu Massal itu juga menurut Muri dikategorikan sebagai rekor dunia. Pesan pada kegiatan kali ini sebagai warga negara bangsa Indonesia wajib mencintai budaya bangsa yang begitu luar biasa karena budaya bangsa merupakan jati diri Indonesia.

Setelah mengumumkan pemecahan rekor, perwakilan Muri ini lalu menyerahkan sertifikat rekor dunia. ‘’Pada PT Riau Pos Intermedia dengan nomor registrasi 6.179,’’ imbuh Damian.

Penyerahan piagam dilakukan Damian kepada Dahlan Iskan mewakili PT Riau Pos Intermedia. Dahlan didaulat langsung oleh Chairman Riau Pos Rida K Liamsi untuk menerima piagam kemarin.

Usai menerima piagam, Dahlan di hadapan ribuan peserta yang masih antusias menyaksikan acara mengatakan, Rekor Muri ini adalah untuk seluruh peserta kemarin pagi.

Menteri yang terkenal enerjik itu mengucapkan terima kasih atas peran serta pelajar SMA, SMK dan MA se-Kota Pekanbaru yang begitu antusias mengikuti Tari Melayu Massal.

‘’Saya dan Pak Rida sebagai pendiri Riau Pos dengan bangga menerima piagam penghargaan Rekor Muri, sebagai Tari Melayu Massal dengan peserta terbanyak di dunia. Rekor ini untuk para pelajar semua yang antusias dan bekerja keras menyiapkan diri untuk acara ini,’’ ujarnya bersemangat, sambil disambut gemuruh tepuk tangan peserta tari.

Dahlan mengakui bahwa ia belum lancar semua gerakan lima Tari Melayu yang ditampilkan kemarin. Namun ia mengaku takjub dan menikmatinya.

‘’Tarinya sangat asyik sekali, namun saya belum terlalu lancar, karena kurang latihan. Tapi saya sangat menikmatinya. Istri saya sangat lancar menarikannya, karena istri saya berasal dari Banjar dan sudah terbiasa dengan tari Melayu. Orang banjar kan banyak di Tembilahan. Tari Melayu memang mengesankan dan menarik sekali,’’ kata Dahlan yang tepukan pelajar.

Sementara Wali Kota Pekanbaru juga mengucapkan terima kasihnya kepada sekolah-sekolah yang telah berlatih keras dan sukses tampil maksimal pada pelaksanaannya.

Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada Riau Pos yang ikut memperkenalkan secara langsung budaya daerah kepada pelajar Pekanbaru.

‘’Alhamdulillah, terima kasih. Kepada Muri, Riau Pos dan para siswa serta sekolah yang sudah ambil bagian pada kegiatan ini. Ini prestasi luar biasa atas budaya Melayu, selain harus meningkatkan keimanan dan ketakwaan, mereka para siswa juga harus mencintai budaya bangsa, apalagi acara ini diliput seluruh Indonesia,’’ ungkap Firdaus yang juga menerima penghargaan dari Muri karea partisipasi Pemko Pekanbaru melalui dinas pendidikan ini.

Firdaus juga mengaku takjub dengan kemampuan Tari Melayu Dahlan Iskan. Di luar itu, Firdaus memuji Dahlan Iskan sebagai seorang pekerja keras dan revolusioner.

Menurutnya, Dahlan telah berjuang dari nol, dari desa di kaki gunung Lawu di Jawa lalu muncul ke permukaan berkat kerja keras dan visinya yang bagus. Firdaus juga berharap para siswa bisa meneladani mantan Dirut PLN ini.

Lima Pukulan Gong Awali Lima Tarian
Acara Tari Melayu Massal Demi Indonesia ini dimulai sekitarpukul 8.00 WIB. Sebelum naik panggung utama dengan pakaian Teluk Belanga berwarna biru bersama Wagubri, Kapolda, dan wali kota Pekanbaru, Dahlan Isakn sudah duluan ‘’berkeringat’’ dengan melakukan senam massal di panggung lain yang berdiri di depan GOR Tribuana yang jaraknya sekitar 50 meter dari panggung utama. Acara senam ini yang diikuti warga ini berlangsung sekitar 1,5 jam sejak pukul 6.00 WIB.

Setelah itu, baru giliran ribuan siswa menyusun barisan di tujuh blok yang telah ditetapkan panitian baik di Jalan Diponegoro maupun di Jalan Gajah Mada.

Ribuan penari itu menghadap panggung utama di depan Kediaman Gubernur Riau di Jalan Diponegoro. Mulai dari Tugu Pahlawan Perjuangan Rakyat Riau di depan kediaman Gubernur Riau hingga ke Tugu Zapin Jalan Gajah Mada. Di bagian lain mulai Tugu Bambu Runcing Jalan Hangtuah hingga Tugu Keris Jalan Patimura.

Prosesi pemecahan rekor dimulai saat Dahlan Iskan dan rombongan tiba di atas panggung. Ini diawali dengan pemukulan gong oleh Dahlan yang didampingi Rida K Liamsi. ‘’Saya akan memulai festival Tari Melayu Massal untuk memecahkan rekor Muri dengan memukul gong lima kali,’’ ujar Dahlan.

Bunyi gong yang membahana lalu disambut satu persatu iringan musik. Ada lima 5 Tari Melayu yang dipandu puluhan instruktur tari yang diikuti oleh Menteri Dahlan Iskan dan para pejabat di Riau itu. Mulai dari Tari Kuala Deli yang menjadi pembuka, Mak Inang Pulau Kampai, Selayang Pandang, Tanjung Katung dan Tari Serampang 12 sebagai penutup. Sebanyak 22 ribuan lebih peserta pun bergerak seirama.

Tak ada perbedaan di sini. Identitas dari mana asal sekolah para peserta bukan menjadi pemisah, malah memberi warna yang disatukan dalam keteraturan gerak tari.

Di panggung Dahlan terlihat serius untuk menjadi bagian pemecahan rekor ini. Walau tak sepenuhnya hafal dengan seluruh gerak tari, ia tetap berusaha. Matanya tak lepas mengikuti gerak instruktur yang mendampinginya.

Dari posisi ia berdiri, sebuah pemandangan menakjubkan terhampar. Ribuan siswa-siswa yang juga berpakaian Melayu menari sepanjang Jalan Gajah Mada dan Diponegoro menari bersama dengan sesekali terlihat lambaian sapu tangan merah yang mereka pegang. Begitu tari terakhir usai, tepuk tangan seluruh peserta langsung gemuruh dan membahana disertai kibaran sapu tangan merah di atas kepala.

Kepuasan terpancar dari wajah mereka, tak beda pula dengan Dahlan Iskan. Setelah itu baru pengukuhan pemecahan rekor oleh perwakilan Muri. ‘’Asyik sekali, cocok sekali,’’ ujar Dahlan sumringah saat dimintai tanggapannya tentang tari massal ini. Hal yang sama juga dikatakan sang istri, Nafsiah yang setia mendampingi Dahlan. ‘’Ini luar biasa,’’ ujarnya.

Para instruktur dari Sekolah Tinggi Seni Riau (STSR) sendiri mendapat apresiasi tinggi dari Chairman Riau Pos Group, Rida K Liamsi karena peran mereka.

‘’Mereka telah banyak membantu, mereka menyokong acara ini dan memang STSR harus menjadi yang terdepan sebagai pengembang dan penerus tradisi seni dan budaya Melayu di Riau,’’ ungkap Rida tentang sekolah tinggi yang berada di bawah Yayasan Sagang, Yayasan Seni dan Budaya di bawah binaan Riau Pos Group.

Rida juga menerima piagam mewakili STSR. Memang, selain di panggung utama, beberapa instruktur juga ditempatkan di atas pentas kecil di beberapa titik baik di jalan Gajah Mada maupun Diponegoro sehingga bisa menjadi panduan peserta.

‘’Ini keberhasilan bersama terutama Bapak Wali Kota untuk mengerahkan Dinas Pendidikan. Dari catatan kami, terkumpul semua siswa berjumlah 22 ribu orang. Juga disukseskan relawan Demi Indonesia, demi menyukseskan Tarian Melayu,’’ ujar CEO Riau Pos Group, Makmur SE MM Ak.

Panitia juga Minta Maaf
Suksesnya Riau Pos Group mencatatkan Rekor Muri untuk Tari Melayu Massal Demi Indonesia seakan mengulang prestasi untuk ketiga kalinya.

Sebelumnya, rekor Muri diperoleh sebagai Pemrakarsa dan Penyelenggara Senam Massal (Riau Sehat) dengan Peserta Terbanyak pada Agustus 2005. Iven ini diselenggarakan di Simpang Mal SKA Pekanbaru. Ini tercatat nomor 1625 dalam rekor Muri. Kedua adalah rekor Penyelenggara Senam yang Memiliki Alur Cerita (Cerita Senam Pesona Anak Riau-SENAR) dengan peserta Anak-anak Terbanyak pada 2009 di depan MTC Giant, Panam. Ini rekor ke-3736 yang tercatat di Muri.

Setelah itu, pemerintah Kota Pekanbaru memberikan moratorium kepada Riau Pos untuk menggelar iven berskala besar lagi karena dikhawatirkan menggganggu lalu lintas. Tahun ini, memanfaatkan lokasi Car Free Day,Riau Pos kembali membuat acara serupa.

Atas kesuksesan pemecahan rekor Muri untuk ketiga kalinya ini, General Manager Riau Pos, Zulmansyah Sekedang, mengaku sangat senang.

Berkat kerja sama berbagai pihak, Tari Melayu Massal Dahlan Iskan ini bisa sukses. Selain pelajar SMA yang menjadi tokoh utama, peserta acara ini juga datang dari seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua.

‘’Memang peserta sekolah terbanyak, tapi peserta se-Indonesia juga ikut menyumbang sejarah untuk Riau Pos. Apalagi pesertanya se-Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Ini sejarah dan prestasi ketiga bagi Riau yang sukses memecahkan rekor Muri,’’ ungkap Zulmansyah.

Zulmansyah atas nama Riau Pos juga meminta maaf atas berbagai kekurangan panitia, mulai dari persiapan sampai pada hari H pelaksanaan kemarin pagi. Pihaknya menyesal karena lokasi acara tidak steril akibat banyaknya pedagang K5 dan parkir kendaraan di Jalan Diponegoro.

Selain itu, lanjutnya, panitia juga mengakui kekurangan acara ini dimana panitia tidak dapat menentukan sekolah terbaik sebagai pemenang akibat kondisi perhelatan Tari Melayu Massal ini sangat sesak, hingga tim penilai mengalami kesulitan melakukan penilaian.

Tapi, hadiah berupa seperangkat komputer tetap diberikan kepada sekolah yang akan diserahkan melalui Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

‘’Soal suvenir kepada para guru pendamping, kami juga mohon maaf karena tidak dapat langsung diserahkan di tempat acara. Maka suvenir ini akan diserahkan dalam sepekan ke depan bersamaan dengan penyerahan sertifikat. Selebihnya kami sangat berterima kasih setulus-tulusnya kepada 63 sekolah yang sudah berpartisipasi dan bersama sama Riau Pos mencatatkan Rekor Muri ini,’’ tutup Zulmansyah.

Bagi-bagi Door Prize
Sementara itu, usai acara Tari Melayu Massal, panitia membagibagikan undian door prize. Hadiah utama satu unit sepeda motor Kawasaki Athelete persembahan dari Riau Pos menjadi milik Reni Angriani, siswa kelas 2 SMK Bina Profesi di Jalan Soekarno Hatta.

Reni beralamat di Jalan Todak, Gang Todak III, Marpoyan Damai.  Hadiah secara simbolis diserahkan Manejer Pemasaran Riau Pos Fithriady Syam kepada orangtuanya, Amiruddin (53) yang sehari-hari sebagai pedagang sate.

‘’Tadi kupon undiannya ditipkan ke saya, dan ia lebih dulu pulang bersama dengan teman-temannya. Ia bilang siapa tahu dapat hadiah lalu pergi, dan Alhamdulillah tak menyangka kupon anak saya ini berkah,’’ kata Amirudin saat diwawancarai Riau Pos, usai pemecahan rekor Muri, Ahad (13/10).

Diceritakannya, tak menyangka anaknya mendapatkan hadiah utama itu. Jadi sepanjang panitia memanggil-manggil undian yang lain ia pun serius mendengar nomor-nomor undian yang dibacakan.

‘’Jantung sempat berdegup kencang atas rezeki ini. Terima kasih Riau Pos,’’ ujar Amiruddin yang kemarin saat mengambil nomor undiannya sempat berlari menuju ke atas panggung.

Selain mendapatkan satu unit sepeda motor, juga mendapatkan hlem standar Dahlan Iskan persembahan Riau Pos.

Untuk door prize Tari Melayu Massal ini, Riau Pos menyediakan puluhan hadiah menarik, mulai dari sepeda motor, sepeda dayung, laptop, komputer, kulkas, Blackberry, dan banyak lagi yang seluruhnya dibagikan lewat undian kepada peserta Tari Melayu Massal.

Fithriady Syam mengatakan, selamat kepada pemenang hadiah utama. Secara simbolis penyerahan sudahdilakukan, namun untuk mengambil nanti dilakukan di kantor Riau Pos Panam. Kepada pemenang diminta menghubungi panitia. ‘’Tentu kita ucapkan selamat kepada pemenangnya,’’ jelasnya.

Di acara kemarin, para peserta juga mendapat kesempatan pemeriksaan kesehatan gratis di stand Rumah Sakit Awal Bros, yang turut berpartisipasi.

‘’Ada banyak peserta yang mengecek kesehatannya, dan kami melayani dengan gratis tanpa dipungut biaya,’’ kata Manager Business and Development RS Awal Bros, H Nasrul Edy.(gus/end/fia/esi)

RiauPos

author

Leave a reply "Tari Melayu Massal Menjadi Rekor Baru Dunia"