Rute Trans Metro Pekanbaru, Oplet Dilarang Masuk

No comment 2100 views

Pemko Pekanbaru terus mematangkan rencana menjadikan Trans Metro Pekanbaru (TMP) sebagai angkutan massal masa depan.

Salah satunya melarang angkutan kota jenis oplet melintas di Jalan Jenderal Sudirman dan rute Trans Metro lainnya.

Sebelumnya, Pemko bertekad di tahun 2013 tidak akan melakukan peremajaan oplet lagi. Rute oplet pun akan diperpendek.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Pekanbaru Dedi Gusriadi kepada Riau Pos, Rabu (26/12) di Kantor Wali Kota Pekanbaru.

Meski menyatakan akan memangkas trayek oplet tersebut, Dedi katakan Pemko memberikan kesempatan kepada pengusaha oplet untuk bergabung dengan pengelola Trans Metro untuk berafiliasi agar tidak ada yang dirugikan.

Dia juga menyatakan hal tersebut sebagai upaya untuk menciptakan Pekanbaru yang nyaman dan tertib angkutan.

‘’Tahun akan datang TMP menjadi prioritas kita untuk meningkatkan pelayanan perhubungan darat. Jadi oplet tidak akan dibenarkan masuk ke trayek TMP sehingga mobilitas kendaran di jalan protokol khususnya berkurang dan bisa mengantisipasi kemacetan. Tapi kita tidak hanya membuat mereka mundur melainkan mengajak bergabung bersama dengan TMP ini sebagai upaya menciptkan transportasi masal yang representatif,’’ terang Dedi.

Diterangkan Dedi, oplet yang ada saat ini dan masih layak pakai akan dialihkan fungsinya sebagai feeder untuk TMP.

Artinya, mereka hanya boleh beroperasi di jalan yang tidak dilalui TMP dan mengantar penumpang ke terminal atau halte TMP yang ada di wilayahnya.

Misalnya, terang Dedi, untuk wilayah Imam Munandar, oplet akan beroperasi disana dan mengantarkan ke halte terdekat yang berada di Jalan Jenderal Sudirman.

Oplet tersebut tidak akan dibenarkan mengantar dan menjemput penumpang hingga ke Sudirman maupun pasar pusat melainkan hanya bisa memutar di u-turn terdekat di Imam Mundar.

Saat ditanyakan kapan hal tersebut akan diberlakukan, Dedi menjawab setelah seluruh armada TMP benar-benar siap melayani seluruh koridor yang disiapkan.

‘’Kalau soal ada yang puas dan tidak itu biasa, namanya juga kebijakan. Tapi ini adalah untuk Pekanbaru bukan karena ada sesuatu. Jadi lalu-lintas di jalan protokol khususnya bisa dikurangi dan menghindari terjadinya macet, terutama pada jam sibuk. Soal bagaimana penjelasannya nanti akan kita sosialisasikan kepada seluruh pengusaha angkutan dalam kota,’’ terangnya.

Rencana Pemko ini pun mendapat tentangan dari kalangan supir oplet. Awi, salah seorang supir oplet jurusan Panam-Nangka termasuk yang menolak rencana tersebut.

Menurutnya, meski kebijakan tersebut belum diberlakukan, saat ini saja penumpang oplet sudah mengalami penurunan.

Sementara itu, setoran yang harus mereka penuhi tetap sama bahkan meningkat. Dengan tarif trayek yang kecil, menurutnya hal tersebut sudah sangat menyulitkan.

Namun, jika memang kebijakan tersebut tetap akan dilaksanakan, dia meminta ada jaminan dari Pemko jika mereka tidak dibebankan dengan setoran yang tinggi.

‘’Kami ini punya tanggung jawab, keluarga dan setoran sama bos. Sekarang saja sudah susah cari sewa, apalagi nanti trayek dipangkas bagaimana nasib kami orang kecil ini. Kalau buat kebijakan perhatikan juga orang miskin seperti kami ini. Apa pemko mau menjamin kalau kami tidak jadi pengangguran,’’ tegasnya.

Sementara itu, Ketua Organda Pekanbaru, Sayful Alam mengatakan secara umum mereka mendukung seluruh kebijakan Pemko.

”Terutama dalam bidang reformasi trasnportasi di Pekanbaru memang harus dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan yang kerap terjadi,” katanya.

Meski begitu, dia berharap antara Pemko dan Organda serta pengusaha angkutan bisa duduk bersama untuk mencarikan solusi agar tidak terjadi benturan dikemudian hari.

‘’Sebetulnya kita mendukung hal tersebut, tapi perlu didudukkan bersama bagaimana solusi untuk mereka yang menggantungkan hidup dengan ini. Jika dijadikan feeder, akan terjadi benturan denag ojek meski mereka illegal dan bukan angkutan kota. Bagaimana baiknya harus diperhatikan sampai kondisi ini benar-benar berjalan lancar. Artinya kita perlu duduk bersama sebelum mengeluarkan kebijakan,’’ terangnya. (yls)

RiauPos

author

Leave a reply "Rute Trans Metro Pekanbaru, Oplet Dilarang Masuk"