Ingin Membeli Kebun Sawit, Baca Tips Ini Agar Tidak Nyesal !

17 comments 44132 views

Bagi sebagian besar masyarakat Sumatera tentunya sudah tidak asing lagi dengan bisnis perkebunan kelapa sawit. Bisnis budidaya kelapa sawit sudah dikenal luas dan menjadi primadona bagi sebagian besar masyarakat Sumatera khususnya di Riau. Bagaimana tidak, jika harga komoditi ini sedang baik petani bisa mendapatkan hasil panen kotor sebesar 2 juta rupiah/bulan dari setiap hektarnya untuk tanaman yang sudah berproduksi.

Dari waktu ke waktu pertumbuhan lahan kelapa sawit di Riau semakin tinggi sehingga banyak lahan yang terkonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Hal ini tentunya membuat ketersediaan lahan semakin menipis sehingga bagi anda yang baru ingin memulai tentunya harus menyiapkan dana lebih untuk membeli lahan kosong.

Saat ini untuk memulai bisnis perkebunan kelapa sawit setidaknya anda membutuhkan waktu kurang lebih empat tahun sebelum tanaman kelapa sawit anda berproduksi dan dapat dipanen atau sering disebut TM (tanaman menghasilkan), selama masa tanaman belum menghasilkan (TBM) anda tentunya harus terus memberikan perawatan yang baik agar hasilnya baik.

Beruntungnya bagi anda yang tidak suka menunggu terlalu lama dimulai dari penanaman sampai dengan panen anda dapat membeli kebun sawit yang telah menghasilkan. Ada cukup banyak kebun sawit di jual dipasaran oleh pemiliknya, dan harganya pun bervariasi tergantung lokasi dan jenis tanahnya.

Jika anda sudah siap untuk berburu kebun sawit produktif  sebaiknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar anda tidak menyesal setelah membelinya. Berikut tips membeli kebun sawit produktif agar terhindar dari kerugian :

1. Perhatikan status hukum dan kepemilikan lahan !
Status hukum dan kepemilikan lahan adalah hal terpenting yang harus diperhatikan agar anda tidak stress dikemudian hari. Jangan sampai kebun sawit yang anda beli berdiri diatas lahan sengketa yang tentunya akan banyak menelan biaya untuk mengurusi proses hukumnya.

Anda harus jeli menelusuri asal usul status lahan yang akan dibeli, jika lahan memiliki Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) yang jelas dan sah anda boleh sedikit tenang, namun akan lebih baik jika anda membeli lahan yang sudah memiliki sertfikat kepemilikan yang jelas. Hindari membeli lahan yang belum memiliki surat - surat yang jelas dan sah. Anda dapat menelusuri status lahan tersebut dengan bertanya kepada warga sekitar, perangkat desa, camat setempat.

Percayalah sedikit lebih kritis dan jeli menelusuri keabsahan status lahan yang ingin dibeli akan menguntungkan anda dimasa depan, karena sudah banyak kasus sengketa yang terjadi akibat ketidak-telitian dan menganggap remeh status kepemilikan.

2. Lokasi Lokasi Lokasi.. !
Membeli lahan sawit tak beda jauh dengan membeli properti, lokasi menentukan keberhasilan anda. Jika ingin kemudahan dimasa depan carilah Kebun Kelapa Sawit yang terletak tidak jauh dari Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit, hal ini akan memudahkan anda dalam mengangkut hasil panen. Jarak yang tidak terlalu jauh dari Pabrik Kelapa Sawit akan menghemat ongkos angkut dan tentunya mengurangi kemungkinan buah restan (hasil panen tidak terangkut)

Satu lagi, lokasi kebun yang dekat dengan pabrik kelapa sawit tentunya akan memberi kemudahan untuk menjual hasil produksi kelapa sawit anda, karena disekitarnya selalu tumbuh agen- agen /makelar / tengkulak yang bersedia membeli hasil panen anda.

Namun perkirakan juga jarak Kebun Sawit dengan domisili anda, jarak yang terlalu jauh mungkin akan menyulitkan anda ketika ingin mengontrol keadaan kebun, sehingga anda memerlukan orang yang dapat dipercaya untuk menjaga kebun sawit anda.

3.  Perhatikan kualitas tanah
Bisnis perkebunan tentunya harus didukung oleh kualitas tanah yang baik sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Hindari membeli kebun sawit yang tumbuh diatas lahan gambut, selain rawan terbakar hasil produksi tanaman sawit yang tumbuh di lahan gambut juga tidak sebaik di lahan tanah mineral. Untuk itu mungkin anda harus mengeluarkan biaya pupuk ekstra agar tanaman tetap subur dan berbuah. carilah tanah mineral yang baik dengan unsur hara dan kelembaban yang cukup.

4. Survey harga
Sebelum membeli cobalah untuk membandingkan harga yang ditawarkan dengan harga di lingkungan sekitar, hitung dengan anggaran yang anda miliki dan kalkulasikan dengan potensi produksi yang dapat dihasilkan. Cobalah untuk bernegosiasi dengan penjual jangan terburu - buru membeli jika ditawarkan dengan harga murah, bisa saja kebun sawit yang ditawarkan memiliki banyak masalah, seperti masalah hukum maupun teknis tanaman.

itulah tips dari kami, selamat berbisnis kelapa sawit. Dan tentunya mari kita jaga lingkungan dengan mengembangkan perkebunan kelapa sawit yang tidak merusak lingkungan.

Jika anda memiliki kebun kelapa sawit yang ingin dijual atau anda sedang mencari kebun kelapa sawit, silahkan gunakan kolom komentar dibawah ini. 🙂

author