Dana Penyelenggaraan ISG Rp 200 Miliar Segera Cair

No comment 1056 views

Riau Pos Online-Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menegaskan bahwa
pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 tetap dilaksanakan di Provinsi Riau pada 6-17 Juni 2013 mendatang. Sampai saat ini belum ada opsi ISG dilaksanakan di provinsi lain, tetapi ISG tetap dilaksanakan di Provinsi Riau.

Demikian ditegaskan Menpora Roy Suryo didampingi Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP, Ketua I ISG Drs Syamsurizal, Plt Kadispora Riau Drs Emrizal Pakis dan rombongan saat meninjau Main Stadium Riau di Panam Tampan Pekanbaru, Kamis pagi tadi (7/3) pukul 09.20 WIB.

Menurut Menpora Roy Suryo, pihaknya berusaha secepatnya membuka blokir dana dan segera mencairkannya. Lagi pula tim ISSF juga sudah datang. Kemarin menurutnya Menpora sudah memberi tenggat waktu kepada Gubri, dan seluruh panitia pelaksana, di mana 1 April 2013 akan dilihat semua pelaksanaannya. Maka ada dua sisi yang dilakukan. Pertama, sisi Nasional dan kedua sisi daerah.

"Sisi Nasional bagaimana kami mempercepat pencairan dana tetap Rp200 miliar dan Saya tidak akan mengutip satu rupiahpun dan tapi juga sulit menambahkan satu rupiahpun dari Rp200 miliar itu karena itu sudah dipatok sebelumnya. Hanya sekarang posisi dana ini dibintang atau diblokir di Kementerian Keuangan. Itu tanggungjawab pusat. Dan itu akan segera kami laksanakan. Tapi tanggungjawab Pemprov Riau Rp45 miliar itu juga harus segera diluncurkan untuk pelaksanaan ISG sesuai waktu," tegas Roy Suryo.

Ada dua opsi penyelenggaraan. Menurut Menpora segi penyelenggaraannya tidak akan digeser dari Pekanbaru, Riau. Meskipun banyak sekali gerakan-gerakan ini yang meminta untuk digeser. Mungkin dari 47 negara yang menyatakan setuju untuk datang mereka tak mungkin lagi menggeserkan waktu. Harus tetap awal Juni 2013. Kalau Pekanbaru tak siap harus ada daerah lain apakah Jakarta, atau daerah mana yang siap.

Tapi kata Menpora dia melihat bagaimana suasana kebatinan masyarakat Pekanbaru dan Riau itu dijadikan tantangan. Hanya saja sekarang Allah SWT memberikan jalan, karena di stadion ini masih ada kekurangan yang sebenarnya dari Gubri komitmen pembayaran sudah ada hanya saja masalah administrasi, mekanisme pembayaran yang harus dicarikan solusi bersama. Ini tak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Kemenpora juga tak mungkin menyelesaikan sendiri harus
didukung semua pihak. "Yang jelas jika semua mempunyai semangat Merah Putih semangat
bersama maka bisa. Seperti teman-teman ketahui, PSSI sudah tahunan tak bisa bersatu maka
Insya Allah nanti bisa bersatu, 17 Maret akan ada Kongres PSSI," kata Roy Suryo.

Sementara Kepala Cabang PT Pembangunan Perumahan (PT PP) Pekanbaru, Nugroho Agung Sanyoto didampingi Kepala Proyek PT Adhi Karya Pekanbaru, Syafridong kepada pers termasuk Riau Pos Online pagi tadi menegaskan bahwa pihaknya sudah menyampaikan
surat tembusan ke Menpora minta hutang harus dibayar. Jika tak dibayar, maka ISG tak bisa
dilaksanakan di Main Stadium Riau ini.

"Surat itu sudah Saya sampaikan. Menpora sudah tahu dari lisan Saya dan juga surat resmi
kami sudah seperti itu. Pak Menpora janji akan membahas di tingkat pusat, mungkin
koordinasi dengan Menteri BUMN, dengan Direksi kami, ya itu kami harapkan bisa dilaksanakan sehingga dana yang ada Rp70 miliar ini bisa dibayarkan. Total hutangnya Rp147 miliar, tetapi untuk Main Stadium Riau ini katanya ada dana Rp70 miliar. Menurut Dispora Riau dananya rencananya meluncur Maret 2013 ini telah bisa dibayarkan. Karena APBD Riau sudah diketok," kata Nugroho.

Menanggapi apakah Subkon melakukan penekanan terhadap KSO karena hutang belum dibayar, dijelaskan Nugroho memang ada tapi itu bukan tekanan namanya karena itu hak Subkon dan kewajiban KSO membayar. Jadi KSO beberapa kali bukan tak ingin membayar, walaupun pada PON mereka mengancam akhirnya KSO iyuran membayar hutang. Puluhan miliar sudah dibayarkan. "Kalau Subkon ini anak, ya anak ini menyusahkan orang tua sekarang ini. Kami mengadu ke PP, Wika, Adhi mereka semua mengucurkan dana membayar hutang ke Subkon tapi kan tak bisa lunas karena besar sekali dan sekarangpun belum lunas," kata Nugroho.

Kemarin ada pasang spanduk, menurut Nugroho pihak KSO tak bisa mencegah. Karena kontraktor dan Subkon itu kata Nugroho pada pihak yang sama. Kemudian masalah perawatan (maintenance) Main Stadium Riau yang kini sudah tinggi semak belukarnya menurut Nugroho itu yang paling berat perawatannya adalah rumput. Itu tanggung jawab PB PON. Karena dulu stadion ini dipakai untuk bola. Tapi kemudian dipasang sound system, triplek beberapa minggu dulunya, itu jelas rumputnya rusak. Lagi pula ada paku berserakan di lapangan sepak bola. Itu jelas rusak.

"Kami sudah kasih warning dulunya bahwa kerusakan adalah tanggungjawab PB PON, sehingga untuk mengembalikan kondisi ini untuk layak dipakai untuk sepakbola internasional adalah tanggungjawab PB PON. Tadi Pak Gub (Rusli Zainal-red) membicarakan bukan nyuruh kami memperbaiki, tapi minta izin supaya kami bisa memperbaiki. Artinya, memang posisinya seperti itu yang memperbaiki dan yang bertanggungjawab sesuai janji dulu adalah PB PON," tutup Nugroho Agung Sanyoto.(azf)

author

Leave a reply "Dana Penyelenggaraan ISG Rp 200 Miliar Segera Cair"