Berkapur Sirih, Tradisi Melayu Riau

No comment 7527 views

Setiap daerah memiliki keunikan tersendiri dalam kehidupan sehari - hari, salah satu ciri khas yang paling umum dalam kehidupan orang Melayu adalah  tradisi Berkapur Sirih , tradisi unik ini sampai sekarang terus dijaga kelestariannya dan dihidupkan kembali di Riau. Tradisi ini pun selalu digelar dalam acara penting seperti penyambutan tamu yang diawali dengan tari persembahan. Melalui tulisan singkat ini kita akan membahas makna dari Berkapur Sirih dan sejarahnya di masyarakat Melayu.

Tradisi Berkapur Sirih adalah tradisi makan sirih yang diramu dengan kapur dan pinang, tradisi ini merupakan warisan budaya masa silam sejak 300 tahun lalu. Berbagai sumber mengatakan bahwa budaya makan sirih hidup di Asia Tenggara meliputi berbagai kelas masyarakat mulai dari kelas bawah, pembesar negara serta kalangan istana.

Dalam prosesnya digunakan Tapak Sirih sebagai perangkat yang tidak boleh dilupakan dalam acara adat dan setiap jenis tapak sirih juga mengandung simbol dan arti beragam, didalamnya terdapat beberapa perlengkapan yang lainnya seperti cembul yang berjumlah empat atau lima digunakan untuk tempat menyimpan pinang, gambir, kapur, tembakau dan bunga cengkeh. Ada juga Kacip yang merupakan alat yang berfungsi sebagai pisau untuk memotong dan mengiris buah pinang atau obat-obat tradisional dari tumbuhan.

Dalam tradisi ini biasanya yang dimakan adalah sirih, pinang, gambir, tembakau dan kapur. Namun bahan - bahan tersebut tidak ditelan melainkan hanya dikunyah hingga membuat air ludah menjadi merah dan terasa pedas. Bahan - bahan tersebut juga memiliki makna dan falsafah tersendiri yang mana sirih memiliki lambang sifat rendah hati, memberi serta selalu memuliakan orang. Makna ini ditafsirkan dari cara tumbuh sirih yang memanjat pada batang pohon sakat atau batang pohon api - api yang digemarinya tanpa merusak batang ataupun tempat sirih itu tumbuh.

Kapur memberi makna hati yang putih bersih serta ketulusan , gambir yang memiliki rasa pahit melambangkan kecekalan atau keteguhan hati. Makna diperoleh dari warna daun gambir yang kekuningan diartikan untuk mencapai sesuatu kita harus sabar melakukan proses untuk mencapainya.

Pinang melambangkan keturunan orang yang baik budi pekerti, jujur, serta memiliki derajat tinggi. Bersedia melakukan suatu pekerjaan dengan hati terbuka dan bersungguh - sungguh. Makna ini ditafsirkan dari sifat pohon pinang yang tinggi lurus keatas serta mempunyai buah yang lebat pada tiap tandannya.

Tembakau melambangkan hati yang tabah dan bersedia berkorban dalam segala hal. Ditafsirkan dari daun tembakau memiliki rasa yang pahit dan memabukkan bila diiris halus sebagai tembakau dan tahan lama ketika disimpan.

Berkapur sirih juga tak hanya sebatas tradisi melainkan juga bermanfaat untuk kesehatan gigi dan mulut dikarenakan daun sirih adalah salah satu anti septik alami yang dapat membunuh kuman penyebab infeksi sehingga mencegah gigi berlubang dan nafas tidak segar. Tertarik untuk mencoba ?

Dari berbagai sumber

author

Leave a reply "Berkapur Sirih, Tradisi Melayu Riau"